Tampilkan postingan dengan label Perancangan Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perancangan Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Oktober 2011


PSI
NAMA : Rio S Wibowo
NIM     : 10390100024

MATERI 2

Data flow diagram 

 Perbedaan antara dokumen flow & system flow


Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik dari sebuah sistem. DFD menggambarkan komponen-komponen sebuah sistem, aliran-aliran data di mana komponen-komponen tersebut, dan asal, tujuan, dan penyimpanan dari data tersebut.
Kita dapat menggunakan DFD untuk dua hal utama, yaitu untuk membuat dokumentasi

 
Entitas (eksternal)
-          (Bagian lain, perusahaan, seseorang/ mesin) yang dapat mengirim data/ menerima data dari suatu sistem.
-          Entitas harus diberi nama dengan suatu kata benda
-          Entitas yang sama dapat digunakan lebih dari 1 kali atas suatu DFD tertentu untuk menghindari persilangan antar jalur-jalur aliran data
Aliran data
-          Perpindahan data dari satu titik ke titik yang lain
-          Digambarkan dengan kata benda
Proses
-          Menunjukkan adanya proses transformasi
-          Proses-proses selalu menunjukkan suatu perubahan data
-          Diberi nama dengan kata kerja
Penyimpanan data
-          Diberi nama kata benda yang sesuai data apa yang disimpan di data storage, misalnya data konsumen
-          Penyimpanan data sementara, seperti kertas catatan/ sebuah file komputer sementara tidak dimasukkan kedalam DFD
Membuat diagram konteks
-           Harus berupa suatu pandangan, yang mencakup masukan-masukan dasar, sistem umum & keluaran
-          Adalah tingkatan tertinggi dalam tingkatan DFD & hanya memuat satu proses, menunjukkan sistem secara keseluruhan
-          Tidak memuat penyimpanan data

Diagram level 0
-          Masukan dan keluaran yang ditetapkan dalam diagram yang pertama tetap konstan dalam semua diagram sub urutannya
-          Pengembangan diagram konteks dan dapat mencakup 9 proses, setiap proses diberi nomor bilangan bulat, umumnya dimulai dari sudut kiri atas diagram dan mengarah ke sudut sebelah kanan bawah
-          Penyimpanan data utama dari sistem dan semua entitas eksternal dimasukkan kedalam diagram level 0

Kesalahan paada diagram
-          Lupa memasukkan suatu aliran data/ mengarahkan kepada anak panah pada arah yang salah

Kesalahan pada penamaan
-          Aliran data atau proses-proses pemberian label yang tidak tepat
-          Memasukkan lebig dari 9 proses pada DFD
-          Mengabaikan aliran data
-          Menciptakan analisis yang tidak seimbang  

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

NAMA : Rio S Wibowo
NIM     : 10390100024

MATERI 1

Pengertian sistem merupakan istilah dari bahasa yunani “SYSTEM” yang artinya adalah himpunan bagiian/ unsur yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai tujuan bersama.

Pengertian Informasi

Data yang berupa catatan historis yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud dan segera diambil kembali untuk pengambilan keputusan. Data yang telah diletakkan dalam konteks yang lebih berarti dan berguna yang dikomunikasikan kepada penerima untuk digunakan di dalam pembuatan keputusan disebut informasi.(suyatno, 2000:6)

Perancangan sistem informasi

Perancangan sistem informasi merupakan pengembangan sistem baru dari sistem lama yang ada, dimana masalah-masalah yang terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru.
Sekarang dibahas:
-          Siklus hidup
-          Analisis Perancangan

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLES - SDLC)

Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah sbb:

1.      Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.
2.      Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi
3.      Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak
4.      Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan panduan seperlunya.
5.      Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem informasi dan melakukan perubahan atau tambahan fasilitas.
6.      Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus sistem telah dioperasikan.
Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas merupakan model klasik dari pengembangan sistem informasi. Model-model baru, seperti prototyping, spiral, 4GT dan kombinasi dikembangkan dari model klasik di atas.


ANALISIS SISTEM

Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:

1.      Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
2.      Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
3.      Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.
4.      Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.

  Format Proposal
1.      Judul
2.      Latar Belakang
3.      Perumusan Masalah
4.      Batasan Masalah
5.      Tujuan
6.      Manfaat
7.      Pengguna
8.      Jadwal Pembuatan
9.      Daftar Pustaka
Catatan:
Jika tidak survey , min 5 sumber (KP/TA)

selamat datang di ..::RL BLOG::.. dan selamat belajar